MUBAR, Jawara Post–Masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra), kini tidak perlu khawatir lagi akan kehabisan bahan bakar premium, pertalite maupun solar. Pasalnya tidak lama lagi proyek pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) segera tuntas dan beroperasi di wilayah ini.
Dengan pembangunan SPBU Kompak 76.936.04 tepatnya di Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah yang dimotori oleh UD. Bahari setelah beralih status dari Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) pada bulan April tahun 2017 lalu, digadang-gadang akan mengakomodir kebutuhan bahan bakar masyarakat diwilayah Mubar.
Seperti diketahui bahwa selama ini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar harus mengandalkan APMS yang dianggap oleh masyarakat belum mengakomodir seluruh kebutuhan mereka.
Direktur SPBU Kompak 76.936.04 Erwansyah Neng mengatakan, pembangunan SPBU ini dimulai sejak tahun 2018 yang lalu dan dalam waktu dekat ditargetkan segera selesai dan akan dioperasikan.

Erwansyah Neng
“Insha Allah paling lama bulan Mei 2019 akan selesai dan beroperasi dengan baik. Saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen,” kata Erwansyah saat ditemui di lokasi pembangunan SPBU, Senin (28/1/2019) sore.
Dia juga mengatakan, SPBU tersebut akan di lengkapi senjumlah fasiltas penunjang, seperti tempat istirahat bagi para pengguna jalan yang melintas, karena lokasinya tepat di jalur poros Tondasi-Lagadi.
“Kami menyediakan fasilitasi mushola dan mini market, jadi siapa pun yang melintas kemudian ingin beristirahat atau untuk sekedar berbekanja bisa disana,” ujarnya.
Lanjut Erwansyah, dirinya berharap dengan beroperasinya SPBU Kompak ini dapat melayani masyarakat dengan maksimal.
“Semoga hadirnya SPBU pertama di Mubar ini masyarakat dapat menikmati harga BBM yang sama dengan daerah lainnya sehingga dimungkinkan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Erwansyah.
Sacril, warga sekitar mengungkapkan, dengan adanya SPBU yang tak lama lagi akan segera beroprasi tentu akan menjadi kabar gembira. Pasalnya, masyarakat tidak susah lagi mencari BBM.
“Polemik yang terjadi selama ini sejak terbatasnya pasokan BBM di APMS menjadikan harga BBM melambung tinggi. Para pengecer menjual BBM dengan harga yang tidak wajar,” imbuhnya.
“Kalau dienceran bensin biasanya sepuluh ribu rupiah tapi jika di SPBU paling enam ribu lima ratus rupiah. Mending beli SPBU kan lumayan beda dua ribu lima ratus rupiah,” jelas Sacril.
Dennis