SITUBONDO, Jawara Post–Lagi – lagi pekerjaan proyek pengaspalan hotmix menuai kritikan pedas dari masyrakat, khususnya aktifis dan LSM, Sabtu (15/09/2018).
Bagaimana mungkin, pekerjaan peningkatan jalan akses kecamatan penghubung antar desa, dikerjakan layaknya tanpa adanya pengawasan yang jelas. Karuan saja, kwalitas pekerjaan dipertanyakan hingga beragam prediksi muncul bahwa hotmix tidak akan bertahan lama.
Kali ini, pengaspalan Hotmix di Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memantik reaksi. Pekerjaan yang terkesan asal dan diduga kuat tidak pro rakyat, disoal warga lalu diadukan pada LSM. “Lapen awalnya, kami yakin tidak sesuai RAB konstruksi pengaspalan hotmix. Selain tidak ada batu dasar, penahan pinggir (tepi) tidak ada. Sehingga, begitu dilintasi motor saja sudah kocar kacir,” kata Nis, warga Jatibanteng.
Tak pelak, tokoh pemuda ini mendapat dukungan dari warga lainnya, guna wadul pada salah satu LSM di Situbondo. Berdasarkan pengaduan ini, ketua umum LSM dimaksut, langsung mengecek lokasi. Ternyata benar, kedatangan LSM ini membuat pelaksana dan pekerja klimpungan guna menutupi kekurangannya. “Ini sebagai bukti bahwa pihak terkait hanya menerima laporan diatas meja,” kata Eko Febrianto.

Penampakan aspal hotmix di kota santri Situbondo
Menurut Ketum LSM Siti Jenar (Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran) ini, keluhan warga sangatlah masuk akal. Pekerjaan yang didepan mata, sungguh meragukan kwalitasnya. Sontak saja, saat ia turun lapangan (turlap), wargapun langsung menyambutnya. “Aspalnya nampak tidak optimal dan rentan merotol. Padahal dana untuk pengaspalan hotmix ini bukan main – main, lantaran nilainya mencapai milyaran rupiah,” tandasnya.
SIMAK JUGA : KPK Minta Kepala Daerah Segera Pecat ASN Korup
Apalagi, lanjut pria yang dipanggil Siti Jenar ini, ketika dilihat sepanjang pengaspalan, medan bercampur tanah, serta lapen awal (dasar) diduga kuat asal – asalan. “Kami bisa pastikan semua pekerjaan aspal hotmix diwilayah barat Kota Santri Situbondo ini, rata – rata kwalitas pekerjaan nya sama. Maka dari itu, kami akan berkirim surat ke KPK guna dievaluasi,” imbuhnya.
Informasi yang diterima media cetak dan online Jawara Post, menyebutkan bahwa banyak dugaan penyelewengan anggaran realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) ini. Sehingga pemerhati kebijakan dan pelaksana amanat rakyat semakin mempertanyakan peran OPD atau SKPD yang ada. Buntutnya, sejumlah baket dan bukti dugaan korupsi dipersiapkan untuk bahan laporan.
BACA PULA : RADAR BESUKI : LUCU, DIBERITAKAN BARU PEKERJAAN DIPERBAIKI
Pantauaan dilapangan, pekerjaan aspal hotmix dengan Nomor kontrak 620/ 323.K.DAU/ 431.203.2/ 2018, senilai RP. 2.736.059.032.59 ini, terlihat minim aspal. Bahkan sempat muncul dugaan kalau hotmix yang digunakan adalah kwalitas KW nomor 2, sehingga diperkirakan tidak berumur lama alias mengelupas dan merotol.
“Kami bukan berburuk sangka, hanya saja kasihan sama rakyat sebagai konsumen prodak pemerintah, aspal sepanjang 3.023 M ini. Kalau garapan pekerjaan terkesan asal – asalan, yang rugi tetap masyarakat, rakyat yang telah patuh membayar pajak diberbagai sektor. Guna menyingkap dugaan korupsi dibidang ini, kami akan merangkul justice calaborator,” pungkas Eko Febrianto.
@halik/red