BONDOWOSO, Jawara Post– Salah seorang yang berprofesi sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, di ‘disinyalir’ memerintahkan Ketua kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk ‘berkampanye’ Calon Anggota Legislatif (Caleg) Daerah Bondowoso, Jawa Timur.
Seorang ketua kelompok KPM, Lilik Suryani, warga Desa Mandiro mengaku diperintahkan oleh Pendapingnya untuk meminta foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada seluruh KPM untuk dijadikan sebagai konstituen Caleg nomer dua Partai nomer Satu, dapil Lima.
Simak pula 》VIRAL : Ini Keterangan KH Moh Yazid Tentang Video Prabowo
“Saya disuruh ngumpulkan foto copy KTP seluruh KPM untuk dijadikan sebagai konstituen dan mendukung caleg bernama Miftah, tapi saya tidak mau, kan saya harus netral sebagai Ketua Kelompok KPM, bahkan saya disini menjadi Pengawas TPS di Desa sini,” kata salah seorang ketua kelompok KPM itu, Rabu (26/2/2019).
Katanya, kerena tidak mau untuk memintak foto kopy KTP kepada warga, lalu kemudian pendamping itu menyuruh orang lain untuk mengumpulkanya.
Baca juga 》TAK MANUSIAWI, Di Bondowoso Ayah Genjot Anak Kandungnya
“Karena saya tidak mau mintak pada warga, dia menyuruh buk Nija, Arif dan buk Afan yang jugak ssbagai KPM untuk meminta foto copy KTP itu pada warga,” sambungnya.
lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, ketua kelompok itu seakan-akan merah karena kemauanya tidak dituruti untuk membantu dan mencarikan suara salah seorang yang didukungnya.
Sementata Nija, warga setempat yang juga penerima PKH, membenarkan jika dirinya juga disuruh untuk meminta dan mengumpulkan foto kopy KTP warga KPM. Bahkan, ia juga mengaku disuruh untuk mengumpulkan KTP orang lain yang bukan penerima PKH.
Sementara Andi Susanto, pendamping PKH Desa Mandiro, saat dikonfirmasi menepisnya, jika dirinya menyuruh KPM untuk mengkampanyekan seorang Caleg.
“Kalau minta foto kopi KTP, saya minta pasti, untuk pemutahiran data. Saya katakan, tidak pernah menyuruh mereka ke siapa saja, apa lagi dengan ancaman or Janji-janji,”katanya.
Pendamping itu mengaku, jika memang dekat dengan Caleg tersebut, karena Caleg itu merupakan saudara dari temannya.
Menurutnya, memang nama dirinya sering dicatut untuk kepentingan politik.”Kami tidak pernah mengancam KPM dan kelompok PKH jika tidak memberikan hak suaranya ke salah satu calon,” pungkasnya.
Johan gdrg